Anda tentu sudah mengenal YouTube, Google Video, dan website
sharing video lainnya. Semua website tersebut adalah website yang
menggunakan teknologi web untuk keperluan sharing dan streaming video
dengan protokol standar web yaitu HTTP. Kenapa protokol HTTP? Karena
protokol inilah yang paling mudah diakses dari manapun. Beberapa
firewall menutup port-port yang tidak umum namun port 80 yang digunakan
oleh protokol HTTP hampir tidak pernah ditutup kecuali memang firewall
tidak mengijinkan internet dalam jaringan mereka. Dengan demikian
sepanjang user terhubung internet maka mereka dapat dengan mudah
menonton video tersebut dimanapun dan kapanpun.
Dulu streaming video menggunakan protokol RTMP seperti yang digunakan pada Real dan Flash Media Server. Teknologi ini penggunaannya tidak meluas dikarenakan untuk menggunakannya memerlukan installasi software khusus seperti real player. Kelebihannya, protokol ini bisa memberikan livestreaming untuk keperluan live broadcasting. Teknologi inilah yang biasa digunakan untuk video tele conference Sedangkan saat ini penggunaan video pada web merupakan trend yang sedang meningkat di internet. Menggunakan FLV sebagai format video dan Flash sebagai player video memberi kemudahan dalam menyajikan konten video lewat internet. Dengan menempelkan video pada website dan dijalankan dengan flash player membuat video dapat ditonton kapanpun dan dimana pun.
Membuat aplikasi flash video player cukup mudah bila cuma menggunakan progressive download. Progressive download adalah teknik yang digunakan pada Youtube untuk memutar video. Video didownload dan langsung dijalankan tanpa harus menunggu video selesai di download. Selama video dijalankan , secara background flash mendownload bagian sisanya dan disimpan dalam buffer. Bagian video di dalam buffer ini yang akan diputar oleh Flash Player. Karena sudah lokal maka pemutaran video dari buffer bisa lebih cepat. Selain itu progressive download bisa melakukan cache pada video sehingga video tidak harus di download t
erlebih dahulu bila akan diputar lagi. Berikut adalah contoh kode action script untuk memasukkan flash video ke dalam flash player:
Kemampuan flash dijalankan di web hingga di handphone membuat kita dapat membuat aplikasi multimedia yang dapat dijalankan dimana saja. Kelebihan ini membuat populeritas flash melonjak naik. Ada isu pembelian Macromedia oleh Adobe dikarenakan teknologi flash video. Namun apapun itu, teknologi flash yang terus berkembang memberi kemudahan kita sebagai developer dalam mengembangkan aplikasi lebih mudah dan lebih baik.
Dulu streaming video menggunakan protokol RTMP seperti yang digunakan pada Real dan Flash Media Server. Teknologi ini penggunaannya tidak meluas dikarenakan untuk menggunakannya memerlukan installasi software khusus seperti real player. Kelebihannya, protokol ini bisa memberikan livestreaming untuk keperluan live broadcasting. Teknologi inilah yang biasa digunakan untuk video tele conference Sedangkan saat ini penggunaan video pada web merupakan trend yang sedang meningkat di internet. Menggunakan FLV sebagai format video dan Flash sebagai player video memberi kemudahan dalam menyajikan konten video lewat internet. Dengan menempelkan video pada website dan dijalankan dengan flash player membuat video dapat ditonton kapanpun dan dimana pun.
Membuat aplikasi flash video player cukup mudah bila cuma menggunakan progressive download. Progressive download adalah teknik yang digunakan pada Youtube untuk memutar video. Video didownload dan langsung dijalankan tanpa harus menunggu video selesai di download. Selama video dijalankan , secara background flash mendownload bagian sisanya dan disimpan dalam buffer. Bagian video di dalam buffer ini yang akan diputar oleh Flash Player. Karena sudah lokal maka pemutaran video dari buffer bisa lebih cepat. Selain itu progressive download bisa melakukan cache pada video sehingga video tidak harus di download t
erlebih dahulu bila akan diputar lagi. Berikut adalah contoh kode action script untuk memasukkan flash video ke dalam flash player:
nc=new NetConnection();
nc.connect(null); // nilai null mengubah mode dari streaming ke progressive
ns= new NetStream();
vplayer.attachVideo(ns); //memasukkan object video kedalam video player
ns.setBufferTime(10); //mengeset buffer untuk mendownload bagian video sebesar 10 detik dari bagian pemutaran
ns.play("http://thinkrooms.com/myvideo.flv"); memutar video flash dari URL yg di input
Kekurangan progressive download adalah tidak dapat melihat bagian
video yang belum didownload oleh player. Dengan kata lain kita harus
menunggu video untuk mendownload hingga selesai bila kita hanya ingin
melihat bagian belakang video. Untuk itu dikembangkan teknik lain yaitu
PSEDUO HTTP Streaming. Teknik ini memasukkan meta-tag atau kode yang
memberi informasi bagian-bagian video. Dengan memberi url request
http://thinkrooms.com/myvideo.flv?start=10 maka player langsung
mengambil video dimulai dari bagian 10. Maksud bagian 10, saya belum
tahu apakah ini maksudnya 10 detik atau 10 frame. Dengan demikian kita
bisa melihat bagian video yang mana saja tanpa harus menunggu hingga
bagian tersebut selesai di download. Teknik ini membutuhkan bantuan PHP atau web server seperti APACHE dan LIGHTTPD.Kemampuan flash dijalankan di web hingga di handphone membuat kita dapat membuat aplikasi multimedia yang dapat dijalankan dimana saja. Kelebihan ini membuat populeritas flash melonjak naik. Ada isu pembelian Macromedia oleh Adobe dikarenakan teknologi flash video. Namun apapun itu, teknologi flash yang terus berkembang memberi kemudahan kita sebagai developer dalam mengembangkan aplikasi lebih mudah dan lebih baik.
No comments:
Post a Comment